Saat kita berbuat salah,kita pasti berharap dan ingin dimengerti serta dimaafkan oleh orang lain,begitu juga sebaliknya. Jangan egois dan jangan merendahkan seorang wanita walau pun dia sudah tdk perawan.
Semua orang pada umumnya, pria atau wanita, lebih mudah untuk mengingat kekurangan dan kesalahan orang lain daripada mengingat kelebihan dan kebaikkannya. menganggap tinggi diri sendiri dan merendahkan orang lain.
Bagi pihak laki-laki, jangan menilai seberapa besar pengorbanan yg sudah Anda berikan untuk pasangan Anda,tapi nilailah berapa banyak dan seberapa tulus cinta yg telah pasangan Anda beri untuk Anda.
Dan untuk para wanita, jagalah diri kalian.Jangan mudah dirayu oleh laki-laki. Sekali pun sudah tdk perawan,bukan berarti harus merelakan diri kalian untuk diperdaya laki-laki.
Banyak dari para wanita yg berpikir bahwa dia sudah tdk perawan, jadi tdk ada masalah untuk melakukan hubungan di luar nikah dengan pacar barunya atau dengan orang yg dia sukai dengan alasan cinta.
Untuk para wanita, kalian harus tahu perbedaan mendasar tentang perasaan antara pria dan wanita. Seorang pria, sekali dia tdk suka, maka apa pun yg Anda perbuat dan korbankan, tdk akan mengubah perasaannya terhadap Anda. Tapi lain halnya dengan seorang wanita, mereka dapat belajar untuk mencintai pasangannya walau pun awalnya mereka tdk cinta.
Untuk para laki-laki,ikutilah kata hati kalian. Jangan termakan perkataan orang lain, karena belum tentu orang tersebut benar dan tahu permasalahan secara jelas.Kita boleh saja mendengar masukkan orang lain sebagai saran, tapi keputusan tetap ditentukan oleh diri kita sendiri.
Karena Anda dan pasangan Andalah yg menjalani hubungan cinta Anda dengan pasangan Anda,bukan orang lain.
Keperawanan bukanlah tolak ukur kebaikkan dan hati seorang wanita.
Untuk para wanita yg membaca tulisan ini, jangan pernah menilai bahwa dunia ini tdk adil.Karena semua yg tercipta adil adanya. Semua yg ada punya perannya masing-masing. Kita sebagai manusialah yg membuat perbedaan dan ketdkadilan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar